IDSCAMMERS - Manusia memang serakah, selalu berusaha memenuhi apa yang dia inginkan, entah dengan cara yang benar atau dengan cara yang salah. Melalui tulisan ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saya di tipu oleh ripper yang mengaku sebagai scammer
credit card (kartu kredit). Saya berharap melalui tulisan ini, Anda yang bermimpi untuk mendapatkan barang-barang mewah berharga murah melalui jasa scammer untuk segera bertobat. Gunakan cara yang baik dan benar untuk mendapatkan sesuatu yang Anda inginkan. Ingatlah, di dunia ini tidak ada sesuatu yang instan. Anda ingin sukses ? ada pepatah jawa yang selama ini selalu dinasihatkan orangtua saya untuk sukses,
kerjo mempeng, tirakat banter, yups, absolutely right !
Berawal dari keinginan saya untuk memiliki laptop baru merk Asus, karena laptop yang saya miliki beberapa tombol keyboarnya sudah tidak lagi berfungsi. Iseng-iseng saya membuka salah satu grup di Facebook, nama grupnya adalah SPAMM** ID (maaf saya sensor, tapi saya yakin Anda yang pernah menjadi korban ripper pasti tahu kok), ada salah satu akun Facebook bernama
Kiki Sunarya yang menawarkan jasa pembelian barang di marketplace global (Amazon, Ebay, Alibaba, dll) dengan rate hanya 40% (rate 40% berarti barang tersebut bisa di dapatkan dengan harga 60% lebih murah di bandingkan harga normal). Manusia memang mempunyai sifat tamak dan serakah, melihat postingan dari
Kiki Sunarya saya menjadi tertarik dan memutuskun untuk bertanya lebih jauh tentang jasa yang dia tawarkan.
Saya mengirim pesan melalui Facebook Messenger dengan ripper, untuk menanyakan apakah saya bisa membeli laptop Asus tipe U41JF di Amazon dengan harga 60 persen lebih murah daripada harga normal. Dia mengiyakan dan bersedia untuk memproses pembelian yang akan saya lakukan, tentunya dengan membayar sejumlah uang sebagai upah atas jasa yang sudah dia kerjakan. Ripper mengirimkan notes facebook yang berisi testimoni sejumlah orang yang dia klaim sebagai pelanggan dan semuanya menyatakan puas telah melakukan transaksi dengn si ripper dan mengatakan bahwa ripper adalah trusted seller, njiirr. (Sekarang saya tahu, bahwa akun Facebook yang menuliskan testimoni adalah akun facebook yang di hack oleh si ripper, asyeemm)
Singkat cerita kami bertukar foto KTP masing-masing. Si Ripper mengirimkan foto KTP jadul (bukan E-KTP) atas nama Kiki Sunarya (sekarang saya tahu, ternya pemilik KTP ini juga korban penipuan sang ripper). Foto KTP tersebut untuk meyakinkan saya bahwa dia adalah Selelr terpercaya. Ripper juga menawarkan, kalau saya bersedia untuk membeli Allienware, maka cukup membayar 5 juta saja. Pikir saya, ini gila ! tapi berhubung otak sudah tertutup dengan nafsu dan keserakahan, maka akal sehat pun hilang. Kemudian ripper melakukan proses pembelian di Amzaon (katanya) dan menyerahkan screen shot bahwa pesanan saya sudah berhasil dilakukan. Fix, akhirnya saya mengirim uang sejumlah 1,7 juta ke ripper untuk pembelian laptop Asus di amazon. Oiya, saking mabuknya saya, entah karena terhipnotis atau saking serakahnya saya, saya tidak mempunyai pikiran untuk melakukan rekber.
 |
| Ripper yang mengatasnamakan Kiki Sunarya |
Ripper berjanji dalam waktu maksimal 10 hari, barang tersebut akan sampai di alamat saya, urusan pajak sudah di tangani oleh ripper, sehingga saya hanya tinggal menunggu pesanan saya tiba. Setelah saya melakukan transaksi tersebut, di hari yang sama, si ripper terus membujuk saya untuk melakukan pembelian barang yang lain, yang kemudian saya menjadi curiga, dia menwarkan HP Samsung S6 hanya dengan harga 800 ribu, gila !. Saya bersikeras, saya baru mau untuk melakukan transaksi lagi jika laptop yang saya pesan sudah saya terima. SI ripper menggerutu, dan saya mulai khawatir, jangan-jangan....
 |
| Ripper mengatakan, pemesanan telah di lakukan |
 |
| Pemesanan sukses, kata si Ripper |
 |
| Ripper tidak takut memakan uang haram |
NB : Transfer uang di kirim ke rekening BRI atas nama Ervina dengan nomor rekening 015401005690538
Singkat cerita, 8 hari saya menunggu laptop yang saya pesan yang kata si Ripper pasti akan segera sampai ke alamat rumah. Tepat di hari ke 10, saya menanyakan ke ripper tentang nasib pesanan saya. DIa mengatakan bahwa hari ini pesanan akan sampai, pasti ! (hebat juga ya berani memastikan). Berselang 2 jam kemudian, HP yang saya pegang berdering, ada panggilan masuk dari nomor baru. Saya angkat, terdengar suara seorang yang mengaku dari Bea Cukai mengatakan, apakah benar bahwa Bapak membeli laptop merk Asus di Amazon, saya jawab, iya benar pak. Dia melanjutkan, ternyata di alam kardus pesanan saya, tidak hanya terdapat laptop Asus akan tetapi juga ada Allienware yang katanya juga di beli atas nama saya. Singkat cerita, karena barang yang di beli senilai lebih dari 10 juta, maka saya harus membayar pajak masuk sejumlah 6 juta supaya laptop saya segera di kirim ke alamat rumah. Njirr, permainan apalagi ini ? di sini saya sudah menyimpulkan, bahwa si penelpon adalah komplotan ripper yang bekerjasama. Saya mematikan telpon, dan mengirim pesan ke Kiki Sunarya bahwa saya sangat berterima kasih telah mendapatkan pelajaran baru dari seorang ripper.
Sedih ? marah ? jengkel ? tidak sama sekali, saya hanya berpikir, mungkin selama ini saya kurang memperbanyak sedekah dan infak sehingga uang sejumlah 1,7 juta pun melayang. Saya juga mengikhlaskan uang tersebut bahkan saya mendoakan, semoga komplotan ripper tersbut mendapatkan hidayah, doanya orang yang teraniaya sangat mujarab, so, saya senang untuk mendoakan kebaikan bagi orang lain (baik hati banget sih saya ? hehe).
Kalau tidak marah lantas kenapa saya membuat tulisan seperti ini ?. Saya mempunyai tujuan, supaya orang lain belajar dari kasus penipuan oleh scammer yang menimpa saya. Saya tidak ingin ada orang lain yang terjatuh di lubang yang sama.
Oiya, ada list akun FB lagi yang juga saya curigai sebagai seorang ripper, dia adalah
Endar Rusyandi. Barangkali ada teman-teman yang mempunyai kisah serupa dengan saya, Anda bisa sharing dengan saya melalui
FB. Terima kasih.